Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tangerang Selatan menilai, jumlah warga yang terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona (COVID-19) tidak seimbang dengan kinerja tim Gugus Tugas.
Bahkan, Gugus Tugas Kota Tangsel yang saat ini dinakhodai Wali Kota, Airin Rachmi Diany disebut lambat.
"Kami Gerindra melihat Gugus Tugas COVID-19 Tangsel sangat lambat bekerjanya dan kurang responsif terhadap kondisi di lapangan," ungkap Ketua DPC Gerindra Tangsel Li Claudia Chandra kepada TangerangNews, Sabtu (4/4/2020).
Sehingga, kata dia, hal itu berdampak pada tidak maksimalnya penanganan pada bahaya yang ditimbulkan oleh virus yang saat ini sedang mengguncang dunia tersebut.
"Protokol penanganan COVID-19 belum dijalankan dengan benar. Sebagai contoh protokol komunikasi publik. Diawal kami sudah meminta agar ada keterbukaan informasi terkait penanganan penyebaran virus ini. Kedua informasi update tentang masyarakat yang terdampak, terakhir publikasi pada Kamis 2 April 2020, sampai siang ini tidak ada informasi lagi yang disampaikan," terang perempuan yang akrab disapa Alin tersebut.
Karena dinilai lambat, lanjut Alin, Fraksi Gerindra sudah meminta kepada pimpinan DPRD Kota Tangsel untuk memanggil Gugus Tugas COVID-19.
"Tujuan kami memanggil adalah untuk mengetahui sejauh mana penanganan COVID-19 ini, dan apa rencana aksi serta strategi dari Gugus Tugas COVId-19 Tangsel," pungkasnya.(RMI/HRU)
TODAY TAGKomisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews