KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com–Rano Karno mengingatkan, meski pandemi COVID-19 belum usai, namun ekonomi harus terus berjalan. Karena itu, masyarakat harus bersiap menghadapi new normal.
"Kehidupan normal baru pada masa pandemi yaitu mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan sering cuci tangan," ungkap Rano saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Muncul, Kota Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP ini mengungkapkan, sikap gotong royong dan kebersamaan juga diperlukan untuk saling membantu warga yang terdampak.
Sedangkan untuk menjaga persatuan selama pandemi sebagaimana sila ke tiga Pancasila, perlu adanya sikap empati antar sesama.
“Mohon maaf tadi pas datang tidak bersalaman. Kita jaga jarak dulu sementara ini. Semoga kita juga dapat membantu pemerintah mengatasi ini,” ungkap Mantan Gubernur Banten Ini.
Pada sektor perekonomian, pandemi berdampak pada jumlah pengangguran yang meningkat akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Roda perekonomian juga melambat karena pembatasan sosial.
"Banyak teman artis yang curhat. Mereka enggak shooting selama 3 bulan terakhir. Udah pada kangen juga, tapi mau gimana lagi,” ujar Rano. (RAZ/RAC)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.
Enam kejadian kebakaran tercatat di sejumlah wilayah Kota Tangerang dalam sehari. Kondisi musim kemarau, cuaca panas dan angin kencang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews