3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Sesosok mayat wanita ditemukan mengambang di aliran Kali Angke, Perumahan Nusa Loka, Jalan Natuna, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat, 25 November 2022.
Jasad korban yang penuh luka sobek di sekujur tubuhnya ini ternyata merupakan korban tertabrak kereta rel listrik (KRL).
Kapolsek Serpong Kompol Evarmon Lubis mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa korban tertabrak KRL pada Kamis, 24 November 2022, sekitar pukul 20.20 WIB.
Adapun lokasi korban tertabrak KRL berada di rel Km 25 + 900, Ciputat, Kota Tangsel.
"Diduga korban meninggal dikarenakan tertabrak kereta api," ujarnya.
BACA JUGA: Wanita Muda Tewas Terlindas Truk Pertamina di Tigaraksa Tangerang
Awalnya, setelah mengetahui adanya insiden korban tertabrak KRL, sejumlah petugas KAI mencoba mencari korban.
Namun, hingga tengah malam korban tidak ditemukan, sehingga pencarian dihentikan.
"Pencarian korban dimulai kembali oleh dengan diperbantukan tim SAR dari Brimob, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 09.00 di Sungai Kali Angke," ungkapnya.
Kapolsek menyampaikan, identitas korban hingga saat ini belum diketahui. Jasad korban sudah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.
"Kondisi korban sudah tidak bernyawa disertai luka sobek pada bagian pinggang, kepala, tangan sobek, dan kedua tangan patah serta terhanyut di sungai Kali Angke," pungkasnya.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews