Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum
Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23
Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.
TANGERANGNEWS.com- Sejak diluncurkan empat tahun lalu oleh PT PLN (Persero), PLN Mobile telah memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan kelistrikan, yang lebih mudah, hemat, dan aman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, aplikasi ini adalah hasil dari transformasi digital yang sukses dilakukan oleh PLN.
Tidak hanya berfungsi untuk kebutuhan dasar kelistrikan seperti pemasangan baru, pembelian token, dan penambahan daya, aplikasi ini bisa digunakan untuk layanan internet hingga kebutuhan kendaraan listrik.
"SuperApp PLN Mobile merupakan platform yang kami desain khusus untuk memenuhi semua keinginan pelanggan PLN," ujar Darmawan.
Dengan aplikasi ini, semua layanan kelistrikan kini berada dalam genggaman pelanggan, memberikan kemudahan akses yang lebih cepat dan nyaman.
Selain kemudahan, aplikasi ini juga menawarkan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan platform lainnya. Misalnya saja, PLN Mobile merupakan satu-satunya platform yang memungkinkan pembelian token listrik dengan nominal serendah Rp5.000, yang tidak tersedia di platform lain.
Terkait keamanan data, Darmawan menjelaskan, setiap transaksi melalui PLN Mobile dilindungi dengan baik, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
"Hingga saat ini PLN Mobile sudah diunduh lebih dari 75 juta downloader dan PLN berkomitmen menjaga semua data yang diisi pelanggan untuk dipastikan keamanannya," kata Darmawan.
Selain itu, PLN juga rutin memberikan promo dan hadiah untuk pelanggan yang bertransaksi melalui aplikasi ini.
TODAY TAGLiving World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Enam orang yang mayoritas masih berusia remaja ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tangerang lantran menjalankan home industry narkotika sintetis. Mereka ditangkap di sebuah kontrakan dengan lokasi yang berbeda.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews