Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TANGERANGNEWS.com- Gelaran Festival Al-A’zhom ke-11 akan kembali digelar yang digelar mulai 6 hingga 17 Juli 2024, menghadirkan berbagai sajian bazar kuliner.
Adapun kuliner yang disajikan sebagian besar bertema khas Nusantara dan Timur Tengah.
Berikut empat rekomendasi kuliner yang dapat dinikmati di Festival Al-A’zhom 2024:
1. Bursoga Kang Basit

Bubur Sop Iga (Bursoga) Kang Basit adalah kuliner legendaris yang populer di Tangerang Raya. Berbeda dari yang lain, Bursoga Kang Basit menghidangkan sop iga dengan bubur lembut dan kuah kaya rempah. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp25-35 ribu per porsi.
2. Kebuli Zam Zam

Nasi kebuli khas Timur Tengah ini sudah menjadi favorit di Tangerang Raya. Nasi Kebuli Zam Zam memiliki cita rasa rempah yang kuat namun sesuai dengan lidah lokal Indonesia. Sambalnya yang khas juga menambah kelezatannya.
Harganya berkisar antara Rp17-35 ribu per porsi, tergantung pada ukuran lauk yang dipilih.
3. Roti Kasmir Abaa Bakery

Roti kasmir dan maryam dari Abaa Bakery adalah camilan khas Timur Tengah yang digemari semua kalangan. Roti ini dikenal dengan perpaduan rasa gurih dan manis yang sulit ditandingi.
Harganya sangat terjangkau, dengan roti kasmir dan maryam bisa didapatkan hanya dengan harga belasan ribu rupiah.
4. Es Buah Prasmanan

Es buah prasmanan menjadi salah satu kuliner favorit karena memberikan kebebasan bagi pembeli untuk memilih berbagai jenis buah sesuai selera. Pilihannya sangat beragam, mulai dari jelly strawberry, melon, kelapa, semangka, pepaya, nanas, dan masih banyak lagi.
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menginstruksikan seluruh Kepala Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan kebijakan nasional.
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini bersiap mereplikasi secara masif Program Biopori sebagai upaya mengatasi krisis sampah yang terjadi di wilayah tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews