Connect With Us

Tangsel Pertama Ikuti Pospeda, Airin Janjikan Beri Bonus

| Kamis, 25 April 2013 | 22:35

| Dibaca : 419

TANGERANG-Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Daerah (Popeda) Banten sudah empat kali digelar. Namun, Kota Tangsel baru kali ini berpartisipasi dalam ajang itu. Kamis (25/4) Walikota Tangsel melepas rombongan kafilah Pospeda Kota Tangsel.
 
Dalam pelepasan itu, Airin menjanjikan hadiah bagi peserta. Apabila, para peserta mampu memberikan prestasi membanggakan. "Kalau prestasinya bagus, nanti saya kasih bonus," kata Airin, disambut tepuk tangan puluhan atlet santri Kota Tangsel di halaman walikota, Kamis (25/4).
 
Janji memberikan bonus itu tampaknya spontan. Sebab, ucapan itu pun disampaikan Airin bukan dalam pidatonya. Melainkan setelah dibacakan doa penutup oleh salah satu pemimpin pesantren yang hadir. Sesaat sebelum sesi berfoto dengan atlet Airin kembali meraih mikropon. Namun, besaran hadiah itu tidak diberitahukan Airin.
 
Sebelum itu, dalam sambutannya Airin berpesan agar para atlet bertanding dengan sungguh-sungguh. Para santri yang menjadi utusan Kota Tangsel harus bisa membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan dalam olarhaga. "Namun, sebagai santri juga jangan lupa untuk senantiasa meningkatkan semangat belajar. Karena dengan belajar itu keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kecerdasan akan seimbang," tuturnya.
 
Airin juga meminta agar para offisial tak terlalu memaksakan atlet. Dalam hal ini, menaruh target boleh saja. Cuma, tidak memaksakan sehingga atlet menjadi stres dan hilang konsentrasinya. "Walau Tangsel baru pertama kali mengikuti ajang ini, saya berharap Tangsel bisa memberikan prestasi yang terbaik," ujarnya.
 
Meski Walikota Tangsel tak menyebutkan bonus yang akan diberikan kepada atlet, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Agus Salim mengaku bangga dengan respon Walikota Tangsel. Airin, menurut Agus sangat peduli dengan pembangunan Kota Tangsel. "Beliau tak pernah membeda-bedakan. Bahkan, untuk atlet santri saja, siap memberikan bonus. Ini ciri pemimpin yang baik," ujarnya.
 
Sementara itu Ketua Kafilah Pospeda Kota Tangsel Abdul Rozak mengatakan, dalam ajang itu akan dipertandingkan 11 cabang. Jumlah perlombaan terdiri dari 8 cabang olahraga dan 3 cabang seni. Diantarany, cabag bulutangkis, tennis meja, volly dan cabang olahraga lain. "Untuk seni misalnya ada lomba pidato tiga bahasa. Lomba pidato, dan lomba kosidah modern," jelas Rozak.
 
Kegiatan itu, akan dilaksanakan di Kota Serang mulai 26-28 April 2013. Dalam ajang itu, Kota Tangsel mengirimkan 120 orang yang terdiri dari atlet, offisial dan pelatih. Adapun santri itu, berasal dari 11 pesantren yang mmemiliki atlet berbakat. "Semuanya pesantren di Kota Tangsel ada 55. Hasil seleksi, ada 11 pesantren yang santrinya mewakili Tangsel di ajang Pospeda ini," katanya.(DRA)

KAB. TANGERANG
Dua Karyawan PT KMK Tangerang Mengalami Luka Bakar

Dua Karyawan PT KMK Tangerang Mengalami Luka Bakar

Senin, 27 Juli 2015 | 18:34

TANGERANG-Kebakaran pabrik yang memproduksi sepatu olah raga yakni PT KMK Global Sport di Kawasan Industri Telesonic, Jalan Telesonic KM 8, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, menyebabkan dua orang karyawan mengalami luka bakar.

BANTEN
Atut Resmi Diberhentikan sebagai Gubernur Banten

Atut Resmi Diberhentikan sebagai Gubernur Banten

Rabu, 29 Juli 2015 | 09:48

SERANG-Terpidana kasus korupsi Atut Chosiyah resmi diberhentikan sebagai Gubernur Banten melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 63/P Tahun 2015. Sebab statusnya dalam kasus korupsi dinilai sudah tetap.

SPORT
Ternyata Jersey Manchester United Bikinan Tangerang

Ternyata Jersey Manchester United Bikinan Tangerang

Kamis, 28 Mei 2015 | 10:30

Indonesia boleh berbangga. Jersey Manchester United buatan Tangerang di jual di Megastore, Old Trafford, Manchester.

TOKOH
Sikapi LGBT, Jazuli Juwaini Ajak Kembali pada Pancasila dan UUD 1945

Sikapi LGBT, Jazuli Juwaini Ajak Kembali pada Pancasila dan UUD 1945

Selasa, 14 Juli 2015 | 12:52

"Pancasila dan UUD 1945 harus termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari mengingat ekses globalisasi khususnya dalam budaya dirasakan menggerus nilai dan identitas kita sebagai bangsa," ungkap Anggota DPR asal Banten ini.

"Ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila dan amal yang tidak disertai ilmu itu akan sia-sia."

Imam Al-Ghazali