Connect With Us

Tangsel Pertama Ikuti Pospeda, Airin Janjikan Beri Bonus

| Kamis, 25 April 2013 | 22:35

| Dibaca : 571

TANGERANG-Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Daerah (Popeda) Banten sudah empat kali digelar. Namun, Kota Tangsel baru kali ini berpartisipasi dalam ajang itu. Kamis (25/4) Walikota Tangsel melepas rombongan kafilah Pospeda Kota Tangsel.
 
Dalam pelepasan itu, Airin menjanjikan hadiah bagi peserta. Apabila, para peserta mampu memberikan prestasi membanggakan. "Kalau prestasinya bagus, nanti saya kasih bonus," kata Airin, disambut tepuk tangan puluhan atlet santri Kota Tangsel di halaman walikota, Kamis (25/4).
 
Janji memberikan bonus itu tampaknya spontan. Sebab, ucapan itu pun disampaikan Airin bukan dalam pidatonya. Melainkan setelah dibacakan doa penutup oleh salah satu pemimpin pesantren yang hadir. Sesaat sebelum sesi berfoto dengan atlet Airin kembali meraih mikropon. Namun, besaran hadiah itu tidak diberitahukan Airin.
 
Sebelum itu, dalam sambutannya Airin berpesan agar para atlet bertanding dengan sungguh-sungguh. Para santri yang menjadi utusan Kota Tangsel harus bisa membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan dalam olarhaga. "Namun, sebagai santri juga jangan lupa untuk senantiasa meningkatkan semangat belajar. Karena dengan belajar itu keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kecerdasan akan seimbang," tuturnya.
 
Airin juga meminta agar para offisial tak terlalu memaksakan atlet. Dalam hal ini, menaruh target boleh saja. Cuma, tidak memaksakan sehingga atlet menjadi stres dan hilang konsentrasinya. "Walau Tangsel baru pertama kali mengikuti ajang ini, saya berharap Tangsel bisa memberikan prestasi yang terbaik," ujarnya.
 
Meski Walikota Tangsel tak menyebutkan bonus yang akan diberikan kepada atlet, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Agus Salim mengaku bangga dengan respon Walikota Tangsel. Airin, menurut Agus sangat peduli dengan pembangunan Kota Tangsel. "Beliau tak pernah membeda-bedakan. Bahkan, untuk atlet santri saja, siap memberikan bonus. Ini ciri pemimpin yang baik," ujarnya.
 
Sementara itu Ketua Kafilah Pospeda Kota Tangsel Abdul Rozak mengatakan, dalam ajang itu akan dipertandingkan 11 cabang. Jumlah perlombaan terdiri dari 8 cabang olahraga dan 3 cabang seni. Diantarany, cabag bulutangkis, tennis meja, volly dan cabang olahraga lain. "Untuk seni misalnya ada lomba pidato tiga bahasa. Lomba pidato, dan lomba kosidah modern," jelas Rozak.
 
Kegiatan itu, akan dilaksanakan di Kota Serang mulai 26-28 April 2013. Dalam ajang itu, Kota Tangsel mengirimkan 120 orang yang terdiri dari atlet, offisial dan pelatih. Adapun santri itu, berasal dari 11 pesantren yang mmemiliki atlet berbakat. "Semuanya pesantren di Kota Tangsel ada 55. Hasil seleksi, ada 11 pesantren yang santrinya mewakili Tangsel di ajang Pospeda ini," katanya.(DRA)

TEKNO
Mengejutkan, Blackberry Berhenti Berproduksi

Mengejutkan, Blackberry Berhenti Berproduksi

Kamis, 29 September 2016 | 11:00

TANGERANGNews.com - Kabar mengejutkan datang dari BlackBerry. Sempat berjaya, pabrikan smartphone asal Kanada tersebut "melempar handuk putih" alias menyerah dalam memproduksi handset BlackBerry. Pihak tersebut pun memutuskan untuk menutup bisnis ponselny

BISNIS
Hadapi MEA, Lulusan Sarjana Komunikasi Tidak Cukup Modal Ijazah

Hadapi MEA, Lulusan Sarjana Komunikasi Tidak Cukup Modal Ijazah

Kamis, 29 September 2016 | 19:05

TANGERANGNews.com-Para sarjana, khususnya di bidang Komunikasi saat ini memiliki tantangan yang lebih berat setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Memiliki ijazah dengan IPK Cum Laude saja tidak cukup untuk menyaingi sarjana dari negara-n

TOKOH
Hary Tanoe Tutup Global Forum for Media Development

Hary Tanoe Tutup Global Forum for Media Development

Rabu, 21 September 2016 | 21:00

TANGERANGNews.com-CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjadi narasumber penting di Jakarta World Forum merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh Global Forum for Media Development (GFMD) yang berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kelap

"Tidak Mungkin adalah kata yang hanya didapat dalam kamus orang-orang bodoh "

Napoleon Bonaparte