Connect With Us

Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Cilegon Terendam Banjir

Mohamad Romli | Kamis, 30 Januari 2020 | 11:14

Tampak banjir menggenangi rumah warga di Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (30/1/2020). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Ratusan rumah di Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon terendam banjir setelah diguyur hujan dini hari tadi. Ketinggian air bervariatif mulai dari 50-100 cm.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon masih melakukan assesment di lapangan. Petugas juga masih melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir.

"Kemarin sudah sempat surut, tapi dini hari tadi diguyur hujan lagi. Petugas kita masih di lapangan lagi assesment," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Cilegon, Ahmad Mafruh, Kamis (30/1/2020).

Ahmad memperkirakan jumlah rumah yang terendam banjir mencapai seratusan lebih. Pihaknya belum bisa memberikan rincian data rumah yang terendam karena masih melakukan pendataan.

"Diperkirakan ratusan rumah, kita masih lakukan pendataan. Kalau ketinggian bervariatif yah. Ada yang 50-100 centi tergantung kontur tanahnya," ujarnya.

Jalan Ciwandan, Kota Cilegon tergenang air.

Akibat banjir tersebut, jalan utama Cilegon-Anyer terendam setinggi 40 cm. Pihak kepolisian disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
BMKG Kesulitan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

BMKG Kesulitan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Rabu, 1 Juli 2026 | 23:57

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II menyebut modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akan sulit dilakukan.

BANTEN
Banten Duduki Posisi Kedua PHK Terbanyak Nasional, Disnaker Sebut Bukan Karena UMP

Banten Duduki Posisi Kedua PHK Terbanyak Nasional, Disnaker Sebut Bukan Karena UMP

Rabu, 1 Juli 2026 | 11:02

Provinsi Banten tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak kedua di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026.

NASIONAL
Tarif Listrik Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berlaku Subsidi dan Nonsubsidi

Tarif Listrik Juli-September 2026 Dipastikan Tidak Naik, Berlaku Subsidi dan Nonsubsidi

Rabu, 1 Juli 2026 | 11:15

Pemerintah memastikan tarif listrik untuk periode Juli hingga September 2026 tidak mengalami kenaikan, baik bagi pelanggan nonsubsidi maupun pelanggan yang masih menerima subsidi listrik.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill