KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com–Seorang korban banjir di Serang, Banten, atas nama Gusti, 18, akhirnya ditemukan pada hari kelima pencarian. Warga Lingkungan Pasar Lama, Kelurahan Kota Baru, Kota Serang, itu ditemukan dalam kondisi meninggal.
Kepala Kantor SAR Banten Adil Triyanto mengatakan, korban ditemukan tim gabungan pencarian dan pertolongan atau SAR Banten pada Minggu 6 Maret 2022. “Korban terseret Sungai Cibanten. Tim gabungan SAR berhasil menemukan korban dengan jarak penemuan korban 2 km dari lokasi awal,” kata Adil seperti dikutip dari iNews, Senin 7 Maret 2022.
Tim SAR gabungan, ujar dia, yang mencari korban terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama melakukan penelusuran di saluran irigasi ke arah hilir menggunakan perahu karet hingga Muara Cibanten.
Sedangkan kelompok kedua melakukan pencarian di sekitar lokasi korban terseret banjir hingga ke jembatan Ki Demang dengan pemantauan visual serta membersihkan tumpukan sampah akibat banjir.
“Akhirnya tim SAR gabungan menemukan korban sekitar dua kilometer dari lokasi dilaporkan terseret arus banjir,” jelas Adil.
Adil mengatakan, kondisi korban yang ditemukan meninggal kemudian diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dimakamkan.
Ia menambahkan bahwa dengan penemuan korban tersebut, maka operasi SAR pencarian korban banjir Serang resmi dihentikan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak untuk melakukan pencarian korban terseret Sungai Cibanten hingga ditemukan," tutur Adil.
Dalam peristiwa banjir yang terjadi di Serang ini, total ada enam orang korban yang meninggal.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mengkaji serta memantau perkembangan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews