Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Nyawa Ahmad Khotir Rizki, 6, tidak tertolong setelah tertabrak angkot jurusan Kresek-Balaraja di Kampung Soge, RT 01/01, Desa Patrasana, Kresek, Senin (21/8/2017) malam. Peristiwa naas tersebut terjadi saat Ahmad sedang berjalan di sisi jalan sekitar pukul 22.45 WIB.
"Korban tertabrak angkot yang dikemudikan MTF yang melaju dari arah Kresek ke Balaraja," ujar Kanit Lantas Satlantas Polresta Tangerang Iptu Kresna Ajie Pangestu, Selasa (22/8/2017). BACA JUGA : Sering Mengeluh Sakit, WN Belanda Tewas Gantung Diri di Lippo Karawaci
Diduga angkot dengan nopol B-1201-GTX melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan saat kecelakaan tersebut terjadi. "Korban lainnya yaitu AM yang saat kecelakaan terjadi sedang berjalan kaki bersama AKR," tambahnya.
Setelah menabrak korban, angkot tersebut juga menyeruduk satu sepeda motor vario yang sedang mengisi bensin eceran di lokasi kejadian. Motor dengan nopol B-6772-GPT tersebut juga mengalami kerusakan cukup parah. BACA JUGA : Warga Dasana Indah Tewas di Kelapa Dua
Korban sempat dilarikan ke klinik Obika Medika untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju ke klinik. Sementara AM, korban lainnya, mengalami luka ringan akibat kecelakaan. "Sopir dan angkot tersebut sudah kami amankan," tukas Kresna.(RAZ)
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen menyelesaikan persoalan percaloan rekrutmen tenaga kerja. Ia berjanji menindak tegas praktik tersebut karena sudah menjadi janji kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Banten.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews