Connect With Us

Guru SD Warga Poris Plawad Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Daan Mogot

Sayuti Tan Malik | Jumat, 4 Agustus 2017 | 15:00

Kecelakaan di Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2017). (@TangerangNews2017 / Sayuti Tan Malik)

TANGERANGNEWS.com-Guru Sekolah Dasar (SD), Suharso, 57, warga Poris Residen, Blok A6 no 36, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, jadi korban tabrak lari hingga tewas mengenaskan, Jumat (4/8/2017) pagi.
 
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, ketika korban hendak pergi mengajar di SD Negeri 5 Jatipulo.
 
Saat melintas di jalan tersebut, tepatnya di depan Bengkel Fajar, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Nopol B-3736-BWW ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya.
 

 
Tabrakan yang diduka cukup kencang itu membuat korban terpental hingga kepalanya terputus dan tangan kanannya hancur. Jenazah korban langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD  Tangerang.
 
Doni, seorang pengemudi ojek online mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Rekan-rekan sesama ojek online langsung membantu mengevakuasi jenazah.
 
"Korbannya saat ditemukan sudah meninggal dunia," pungkasnya.(RAZ)
TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill