Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Bayi mungil yang ditemukan di areal pembuangan sampah wilayah Kampung Kebun Kosong RT 03 RW 03, Serdang Wetan, Legok, Kabupaten Tangerang, kondisinya kini mulai membaik.
Kendati demikian, bayi malang berjenis kelamin perempuan itu kini masih harus menjalani perawatan oleh petugas medis.
Kanit Reskrim Polsek Legok Iptu Fathurrodji menuturkan usai ditemukan dalam kondisi hidup, bayi tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Panongan.
"Kemudian kondisi sudah mulai membaik. Bayi ditemukan dalam keadaan hidup, dibawa ke Puskesmas Panongan," ujar Fathurrodji saat dikonfirmasi, Selasa, 21 September 2021.
Ia mengatakan, bayi tersebut semula ditemukan oleh seorang warga yang hendak membuang sampah. Tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB.
Baca Juga :
Bayi tak berdosa itu diduga dibuang tak lama setelah dilahirkan oleh orang tuanya yang tak bertanggung jawab, tanpa sehelai pakaian apapun.
"Tanpa busana sedikit pun, tanpa dibalut apa-apa kemudian diamankan warga ke Kelurahan," tuturnya.
Penemuan bayi malang itu pun membuat masyarakat sekitar geger sekaligus geram dengan perbuatan orang tuanya yang tak bertanggung jawab.
Hingga kini, belum diketahui dalang yang tega membuang bayi mungil tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan jajaran Polsek Legok.
"Belum bisa memprediksi karena kita masih proses penyelidikan," ujarnya.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGDirektorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews