Dua korban aksi jumping motor di Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juni 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Dua remaja menabrak trotoar usai melakukan aksi jumping sepeda motor di Jalan Boulevard Bundaran 5, Citra Raya, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juni 2022, pagi.
Diketahui korban berinisial HR, 13, warga Graha Segovia, RT03/06, Kecamatan Panongan. Koban yang merupakan anak ketua RT setempat itu tewas di lokasi.
Sementara temannya, NQ, 14, warga Perumahan Graha Roda Mutiara, RT03/04, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ia mengalami luka berat di kepala hingga tidak sadarkan diri.
Keduanya diketahui masih duduk di bangku kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Insiden itu berawal ketika kedua korban yang berboncengan dengan Honda Vario nopol A-3874-VDX, melintas dari arah Bundaran 5 depan Mall Ciputra mengarah ke Pospol Citra Raya.
"Korban melakukan standing motor yang kemudian oleng dan menghantam trotoar atau bahu jalan. Akibatnya korban tidak sadarkan diri," kata Kapolsek Panongan Iptu Syamsul Bahri.
Kedua korban kemudian langsung dibawa ke Ciputra Hospital bersama dengan keluarganya. Pihak Polsek Panongan juga telah melakukan cek TKP dan menghubungi Unit Laka Lantas Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""