Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TANGERANGEWS.com-Seorang anak, Supriyanto, membunuh ayahnya, Mustari, 60, saat sedang tidur di rumahnya di Kampung Kedaung Rajeg, RT02/05, Kelurahan Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Kapolsek Sepatan, Polres Metro Tangerang Kota AKP Sriyono menjelaskan pembunuhan itu terjadi pada Kamis 16 Mei 2024, sekira Jam 04.30 WIB.
Awalnya ketika itu Siti Rohani, istri korban yang juga ibu pelaku, menginap di rumah anaknya yang lain, Supriyadi. Lokasinya di depan rumah korban. Sementara korban di rumah bersama pelaku.
"Selanjutnya menjelang subuh, Siti pulang ke rumahnya. Namun ketika membuka pintu, ia melihat suaminya sudah dalam keadaan tergeletak luka-luka di bagian kepala dengan mengeluarkan banyak darah di kasur," katanya, Jumat 17 Mei 2024.
Kemudian Siti berteriak meminta bantuan Supriyadi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata korban sudah meninggal dunia akibat mengalami luka robek di kepala bagian sebelah kanan.
"Saat itu ditemukan sebuah batu konblok yang berada di lantai tepat di atas kepala korban. Dari keterangan Siti Rohaini, korban meninggal dunia akibat dipukul oleh anaknya, Supriyanto," ujar Kapolsek.
Menurut Siti, anaknya itu mengalami gangguan kejiwaan dan atas kejadian tersebut, untuk saat ini pelaku sudah berhasil diamankan di Polsek Sepatan.
"Kami sudah mendatangi TKP, menghubungi Tim Identifikasi Polres Metro Tangerang dan memeriksa saksi - saksi. Kasus ini masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek.
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TODAY TAGPecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews