Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Hujan yang mengguyur wilayah Tangerang Raya Sabtu sore (01/4/2017) menyebabkan banjir di beberapa titik jalan Perumnas 2, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Pantauan TangerangNews.com semalam, ketinggian air sekitar 30 centimeter terjadi di jalan Rorojongrang depan pusat perbelanjaan Indo Grosir, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
"Sejak jam enam sore air meluap, karena tidak ada drainase disepanjang jalan," kata Andri, pedagang kaki lima yang mangkal dilokasi tersebut.
Sementara lokasi lain yang juga dilanda banjir adalah jalan Empu Barada Raya, lokasi perbatasan antara wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
Jalan Kalasan Raya, Jalan Mendut Raya dan jalan Pawon Raya juga dilanda banjir, bahkan kondisi banjir di Jalan Mendut Raya adalah yang terparah, air bahkan sampai masuk ke pemukiman warga dan tidak ada kendaraan roda dua yang berani melintas dijalan tersebut.
"Enggak hujan deras saja setiap hari jalan ini (Mendut Raya) selalu banjir. Kalau hujan deras seperti ini, air sampai masuk ke rumah warga di dekat jalan," kata Maman, penarik becak yang sedang mangkal dilokasi tersebut.
Pantauan TangerangNews.com Sabtu (01/4/2017) pukul 23.30 WIB, kondisi banjir sudah surut, hanya tinggal genangan disisi jalan. Namun di jalan Mendut Raya masih dalam kondisi banjir Karena drainase tidak berfungsi dengan maksimal.
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews