Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian melakukan penyelidikan terkait viralnya video aksi pemalakan yang dilakukan oleh sejumlah preman kepada para pedagang yang mangkal di kawasan Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang.
Kapolsek Pinang Iptu Tapril mengatakan, pihaknya segera melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku.
"Pasti dilakukan penyelidikan sudah saya perintahkan Kanit Serse melakukan cek TKP," ujarnya, Kamis 15 Desember 2021.
Dalam video yang viral terlihat pemalak menggunakan sepeda motor. Mereka berjumlah dua orang yang berboncengan dalam satu motor.
Dalam video berdurasi sembilan detik tersebut juga, kedua pemalak itu menggunakan sepeda motor matik hitam.
Sementara itu, seorang pedagang di lokasi berinisial FQ membenarkan kalau semalam baru saja dimintai uang tersebut. Menurutnya nominal uang yang diminta tidak tentu.
FQ sendiri mengaku tidak merasa keberatan karena dirinya menumpang berjualan di wilayah kampung orang.
"Semalem sudah, tidak nentu mintainnya. Kadang malam Jumat kadang hari lainnya. Tidak keberatan sih, Rp5 ribu doang tau diri lah namanya numpang di kampung orang. Sama akamsi (anak kampung sini) yang mintain," katanya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews