MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian melakukan penyelidikan terkait viralnya video aksi pemalakan yang dilakukan oleh sejumlah preman kepada para pedagang yang mangkal di kawasan Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang.
Kapolsek Pinang Iptu Tapril mengatakan, pihaknya segera melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku.
"Pasti dilakukan penyelidikan sudah saya perintahkan Kanit Serse melakukan cek TKP," ujarnya, Kamis 15 Desember 2021.
Dalam video yang viral terlihat pemalak menggunakan sepeda motor. Mereka berjumlah dua orang yang berboncengan dalam satu motor.
Dalam video berdurasi sembilan detik tersebut juga, kedua pemalak itu menggunakan sepeda motor matik hitam.
Sementara itu, seorang pedagang di lokasi berinisial FQ membenarkan kalau semalam baru saja dimintai uang tersebut. Menurutnya nominal uang yang diminta tidak tentu.
FQ sendiri mengaku tidak merasa keberatan karena dirinya menumpang berjualan di wilayah kampung orang.
"Semalem sudah, tidak nentu mintainnya. Kadang malam Jumat kadang hari lainnya. Tidak keberatan sih, Rp5 ribu doang tau diri lah namanya numpang di kampung orang. Sama akamsi (anak kampung sini) yang mintain," katanya.
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TODAY TAGMenghabiskan akhir pekan kini tidak harus keluar kota untuk mendapatkan suasana liburan. Menjawab tren masyarakat yang menginginkan pengalaman bersantap sekaligus rekreasi, ARYADUTA Lippo Village menghadirkan Saturday Tropical Brunch
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews