Connect With Us

Sebulan Diberlakukan, Sistem One Way Daan Mogot Tangerang Dilakukan Pemaksimalan

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 29 Maret 2022 | 15:15

Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemaksimalan jalan dalam pemberlakuan sistem one way pada Jalan Daan Mogot, Lio Baru, dan Jalan Bouraq. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melakukan pemaksimalan jalan dalam pemberlakuan sistem one way pada Jalan Daan Mogot, Lio Baru, dan Jalan Bouraq. 

Kepala Dishub Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, mengungkapkan pihaknya telah mengevalusasi pemberlakuan one way. Hasilnya, ada peningkatan rata-rata kecepatan dari kendaraan yang melintas di Jalan Daan Mogot, Jalan Lio Baru, dan Jalan Bouraq. 

Adapun kecepatan awal sebelum diberlakukannnya one way rata-rata 25,3 kilometer per jam. Sedangkan saat ini dengan sistem one way meningkat menjadi 28,9 kilometer per jam, sehingga telah terjadi peningkatan sekitar tiga kilometer per jam. 

"Secara rata-rata kecepatan tersebut, bisa dikatakan rekayasa yang kita terapkan ini sudah tepat. Bisa dinyatakan sistem one way ini sudah 90 persen tepat diberlakukan, tinggal sedikit-sedikit pemaksimalan saja," ungkap Wahyudi, Selasa 29 Maret 2022.

Menurutnya, sejumlah evaluasi dari ranah Dishub masih akan menetapkan rambu-rambu, evaluasi segmen ruas jalan yang terjadi percepatan, demi keselamatan bisa dilakukan pelambatan dengan dibangunnya speed trap. 

"Ada 23 ruas jalan dari masyarakat mulai Jalan Pembangunan Satu, Dua hingga Jalan Lio Baru yang harus terjadi pelambatan itu yang akan kita maksimalkan lagi. Semua segera dan langsung kita kerjakan bersama seluruh tim terkait," kata Wahyudi. 

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menyatakan dalam pemaksimalan sistem one way jalan Daan Mogot, Lio Baru, dan Bouraq PUPR akan melakukan penyetaraan kualitas jalan antara Daan Mogot dengan Lio Baru dan Bouraq. 

Perbaikan radius simpang dan putaran kendaraan pada moukevart satu dan dua serta pemaksimalan dua U-trun di Daan Mogot dan Arkadia setelah Poligen. Sedangkan bersama Kementerian jembatan Batu Ceper juga akan dilakukan perbaikan. 

"Saat ini, seluruh tim PUPR sudah turun ke jalan untuk mulai melakukan pemaksimalan. Mulai dari pengukuran, berkoordinasi dengan provinsi hingga Kementerian. Pastinya, semua sudah dianggarkan dan akan dilakukan secara bertahap," jelasnya. 

Kata Ruta, pemaksimalan pada sistem one way Daan Mogot, Lio Baru, dan Bouraq ini ditargetkan tiga bulan berlangsung. 

"Namun, semua masih akan bisa berkembang pasalnya dalam pemaksimalan sistem one way ini kita harus berkoordinasi dan beriringan dengan pihak provinsi dan kementerian. Pastinya akan diusahakan secepat mungkin," katanya.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill