Connect With Us

Balita Minum Obat Kedaluwarsa Usai Imunisasi di Tangerang Diklaim Sudah Sehat

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:12

Petugas puskesmas saat menjenguk kondisi balita yang minum obat kedaluwarsa di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Kamis 11 Agustus 2022. (@TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Seorang anak di bawah lima tahun (balita) yang minum obat kedaluwarsa setelah mengikuti imunisasi di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang diklaim sudah dalam kondisi sehat.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang melalui Kepala Puskesmas Pedurenan, dr Andita mengatakan, kondisi balita tersebut sudah sehat. Suhu tubuh balita ini juga sudah dalam kondisi normal.

"Kemarin hari pertama, Arkaan memang masih panas, tapi sudah diminumin obat dan dipantau setiap jamnya. Alhamdulillah sudah sehat dan aktif, namun kondisi ibunya sedikit kelelahan, yang biasanya dialami ibu muda pada anak pertama. Jadi, dalam kondisi ini ibu dan anak dalam pantauan Puskesmas," ungkap dr Andita, Kamis 11 Agustus 2022.

Menurutnya, pantauan puskesmas masih akan terus berlanjut, untuk melihat perkembangan Arkaan hingga semua dipastikan dalam kondisi sehat. Di samping kondisi ini, diakuinya pantauan anak pascaimunisasi memang dilakukan puskesmas secara intens kepada seluruh anak yang dilayani. 

"Atas nama seluruh petugas puskesmas, saya meminta maaf atas kelalaian ini. Pastinya, ini menjadi perhatian dan evaluasi besar bagi kami. Jadi, jangan takut ke pelayanan puskesmas, dan jangan takut mengikuti BIAN. Semua akan dipantau oleh para petugas dengan pelayanan yang lebih maksimal," jelasnya.

Orang tua balita tersebut, Widya menyampaikan, setelah melapor atas keberadaan obat kedaluwarsa yang dikonsumsi anaknya, petugas Puskesmas Pedurenan langsung datang untuk menarik dan mengganti obat tersebut. Petugas juga mengecek kondisi sang buah hatinya secara langsung, dan memantau 24 jam, atas perkembangannya.

"Ada bidan yang ditugaskan untuk kemantau Arkaan langsung. Jadi, saya alhamdulillah sekali semua ditangani. Buat saya, kondisi Arkaan sudah sehat dan aktif kembali itu lebih penting," jelas Widya.

Sebagai orang tua, Widya mengaku bahwa dirinya juga merasa lalai. "Harusnya saya juga mengecek lebih dulu kelayakan obat atau apa pun yang akan dikonsumsi Arkaan. Sehingga kondisi seperti ini tidak terjadi. Saya juga saling meminta maaf dan terima kasih atas penanganannya," kata Widya. 

Diberitakan sebelumnya, seorang balita di Kelurahan Pondok Pucung mengalami sakit seperti demam dan muntah setelah mengonsumsi obat kedaluwarsa dari puskesmas setempat setelah menjalani imunisasi. Pihak Dinkes Kota Tangerang pun mengakui bahwa pemberian obat kedaluwarsa itu karena kelalaian petugas. 

KOTA TANGERANG
Kabupaten Tangerang Didorong Punya Sirkuit Drag Bike

Kabupaten Tangerang Didorong Punya Sirkuit Drag Bike

Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:50

Ribuan warga tumpah ruah di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang untuk menonton ajang Drag Race Bike Kejuaraan Provinsi Banten Piala Bupati Tangerang yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill