Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Pabrik yang memproduksi koper di Komplek Pergudangan Cipondoh, Kota Tangerang, dilanda kebakaran hebat, Senin 4 Maret 2024, siang.
Menurut keterangan warga setempat, Putra, peristiwa itu terjadi terjadi saat karyawan sedang bekerja di lantai bawah. Lalu pengendara motor yang lewat di lokasi berteriak ada kebakaran.
"Tadi ada pengendara motor lewat teriak-teriak di atas atap ada asap tebal, saat diperhatikan benar terjadi kebakaran hebat di lantai 4," ujarnya.
Kejadian ini membuat karyawan panik dan lari berhamburan ke luar pabrik untuk menyelamatkan diri.
Tidak berselang lama BPBD Kota Tangerang sudah menuju ke TKP.
Komandan Regu 3 Mako BPBD Damkar Kota Tangerang Dhani Indrawan menjelaskan setelah mendapat laporan kebakaran, tersebut pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
"Kami menurunkan sebanyak 58 personel dengan 9 armada pemadam kebakaran termasuk dibantu dari TNI dan Polri," jelasnya.
Menurutnya, api pertama muncul dari bagian lantai empat yang diduga akibat korsleting listrik. Kemudian api menyebar ke seluruh bangunan gedung. Untuk kerugian sementara sekitar Rp800 jutaan dan tidak ada korban jiwa.
"Menurut informasi dari owner, yang terbakar itu sementara diduga karena korsleting listrik dari pompa air. Ini PT Sumber Troli, bergerak di bidang pembuatan bahan baku plastik untuk koper," kata Dhani.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan dan pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat dan DPR RI, sebagai dasar hukum
Munculnya informasi mengenai potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam perlu menjadi perhatian serius semua pemangku kepentingan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews