KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Dalam beberapa waktu terakhir, kasus mpox atau cacar monyet dilaporkan meningkat di berbagai negara. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menegaskan bahwa hingga saat ini, Kota Tangerang masih bebas dari kasus positif mpox.
Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, penularan mpox dapat terjadi melalui kontak erat, baik langsung maupun tidak langsung. "Kontak fisik termasuk hubungan seksual. Lalu, penularan tidak langsung seperti melalui benda-benda. Jadi, apabila seseorang menyentuh atau menggunakan barang yang terinfeksi mpox maka dapat terpapar," bebernya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Dini menyebut fasilitas kesehatan di Kota Tangerang telah siap untuk menangani kemungkinan kasus mpox, dan tracing akan segera dilakukan jika ditemukan kasus positif di lingkungan tertentu.
Nantinya, jika ada orang yang terindikasi telah terinfeksi, maka kontak erat akan dicari dan ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.
"Paling utama adalah bagaimana kita melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi dan memutus penularan agar tidak menyebar. Maka, PHBS menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pencegahan," tutupnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews