Selamat! Dr Warsito Rektor UMT Gantikan Almarhum Dr Desri Arwen
Kamis, 17 September 2026 | 23:20
Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi memiliki rektor definitif untuk melanjutkan estafet kepemimpinan periode 2025–2029.
TANGERANGNEWS.com- Dalam beberapa waktu terakhir, kasus mpox atau cacar monyet dilaporkan meningkat di berbagai negara. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menegaskan bahwa hingga saat ini, Kota Tangerang masih bebas dari kasus positif mpox.
Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, penularan mpox dapat terjadi melalui kontak erat, baik langsung maupun tidak langsung. "Kontak fisik termasuk hubungan seksual. Lalu, penularan tidak langsung seperti melalui benda-benda. Jadi, apabila seseorang menyentuh atau menggunakan barang yang terinfeksi mpox maka dapat terpapar," bebernya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Dini menyebut fasilitas kesehatan di Kota Tangerang telah siap untuk menangani kemungkinan kasus mpox, dan tracing akan segera dilakukan jika ditemukan kasus positif di lingkungan tertentu.
Nantinya, jika ada orang yang terindikasi telah terinfeksi, maka kontak erat akan dicari dan ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.
"Paling utama adalah bagaimana kita melakukan pencegahan sehingga tidak terjadi dan memutus penularan agar tidak menyebar. Maka, PHBS menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pencegahan," tutupnya.
Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi memiliki rektor definitif untuk melanjutkan estafet kepemimpinan periode 2025–2029.
TODAY TAGPertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews