Connect With Us

Terapkan Restorative Justice, Jaksa Agung Diganjar Penghargaan Internasional

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 26 September 2022 | 20:56

Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima penghargaan Special Achievement Award dari International Association of Prosecutors (IAP). 

Salah satu pertimbangan pemberian award ini karena ST Burhanuddin dinilai telah mendemonstrasikan dedikasi khusus dalam mencapai tanggung jawab profesionalnya.

Di samping itu, kebijakan keadilan restoratif (restorative justice) yang dilakukan Kejaksaan di Indonesia, dianggap telah mampu memberikan ganti rugi kepada korban kejahatan, serta memulihkan akibat dari suatu tindak pidana.

Adapun penghargaan tersebut langsung diberikan oleh President of IAP Dr Cheol Kyu Hwang, pada Pembukaan 27th Annual Conference & General Meeting IAP, di Kavkasioni Ballroom Sheraton Tbilisi, Georgia, Senin 26 September 2022 .

Penghargaan ini hanya diberikan kepada dua dari 180 negara anggota IAP di dunia yaitu Indonesia, yang diwakili oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana dan Inggris yang diwakili oleh Crown Prosecution Service (CPS) United Kingdom, Max Hill (Director of Public Prosecutions England & Wales). 

Menurut Han Moraal, Secretary General of IAP, Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menginstruksikan melalui Peraturan Kejaksaan RI No 15/2020, dengan membuka penyelesaian perkara di luar pengadilan, sehingga korban mendapatkan kesempatan untuk didengarkan dan mendapat pengembalian kerugian secara maksimal dari pelaku tindak pidana.

"Sejak Juli 2022 sampai sekarang, lebih dari 1.000 perkara yang telah dihentikan dengan kebijakan keadilan restoratif," katanya.

Untuk mendukung kebijakannya itu, Jaksa Agung ST Burhanudin juga membentuk 182 Rumah Restorative Justice di seluruh Indonesia. Fungsinya untuk memindahkan penanganan perkara ke lingkungan yang lebih kondusif, untuk dilaksanakannya sistem keadilan restoratif.

Dalam pelaksanaan kebijakan ini, maka jaksa tetap menjadi pusat dan penjaga untuk tetap menjamin perkara mana saja yang dimasukan dalam sistem keadilan restoratif.

"Pendekatan ini telah diterima secara meluas oleh masyarakat Indonesia dan korban tindak pidana tersebut," kata Haan Moraal.

Diketahui, pelaksanaan 27th Annual Conference & General Meeting IAP berlangsung sejak 25-29 September 2022 yang diikuti sekitar 400 orang yang mewakili 65 negara.

Delegasi Indonesia diwakili oleh empat jaksa, yaitu Yusfidli Adhyaksana (Atase Kejaksaan di Singapura), Mahayu Suryandari (Kepala Bagian Kerja Sama Hukum dan Hubungan Luar Negeri pada Biro Hukum Kejaksaan Agung), Virgaliano Nahan (Atase Kejaksaan di Bangkok), serta dipimpin oleh Asep N Mulyana (Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat). 

Di sela-sela konferensi, delegasi Indonesia mengadakan bilateral meeting dengan beberapa negara anggota IAP lainnya, sebagai upaya untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama prosecutor to prosecutor di berbagai Kawasan.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

NASIONAL
PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 | 19:55

PLN Group menjalin lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa 22 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill