Connect With Us

Jangan Beli Rumah Bekas Sebelum Cek Kelistrikan, Begini Tipsnya dari PLN 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 7 Mei 2024 | 20:21

Tampilan aplikasi PLN Mobile. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Saat membeli rumah bekas, tentunya perlu untuk memperhatikan beberapa aspek, terutama terkait sistem kelistrikan rumah. 

General Manager PLN UID Banten Abdul Mukhlis menekankan, pentingnya melakukan pengecekan sistem kelistrikan sebelum membeli rumah.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan saat rumah akan mulai dihuni nanti.

"Kami mengimbau warga masyarakat perlu melakukan check dan re-check kondisi kelistrikan sebelum pelaksanaan transaksi jual beli," katanya, Selasa, 7 Mei 2024.

Menurut Mukhlis, hal yang perlu diperhatikan saat hendak membeli rumah bekas ialah memastikan instalasi kelistrikan rumah tidak bermasalah dan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk menjaga keamanan rumah dari risiko kebakaran.

Tak hanya itu, penting juga untuk kWh meter berfungsi dengan baik dan terpasang secara legal untuk menghindari pelanggaran penggunaan listrik.

Jika rumah masih menggunakan meteran pascabayar, periksa tagihan listrik untuk menghindari tunggakan pembayaran.

Oleh karenanya, Mukhlis juga menyarankan pelanggan PLN untuk menghubungi petugas PLN melalui contact center PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile agar mendapat pendampingan pemeriksaan kelistrikan rumah.

Seorang pelanggan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol Yadad mengaku, dirinya merasa terbantu dengan layanan pengecekan listrik oleh petugas PLN yang ia hubungi melalui aplikasi PLN Mobile saat hendak membeli rumah. 

Menurutnya, pengecekan tersebut memberikan rasa aman karena tidak perlu khawatir akan masalah kelistrikan di kemudian hari.

"Alhamdulillah semuanya normal dan saya dapat bertransaksi dengan aman, tanpa takut ada masalah kelistrikan," tukasnya.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill