Tes Pegawai Kopdes Merah Putih Dikeluhkan Peserta, BKN Sebut Banyak yang Panik
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:28
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TANGERANGNEWS.com- Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 1-2 dari China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Qingdao Youth Football pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Atas hasil tersebut, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tetap mengapresiasi para pemain yang sudah berjuang maksimal dan menunjukkan perlawanan cukup sengit sepanjang pertandingan.
Shin mengakui bahwa anak asuhnya sudah mencoba berbagai cara untuk bisa mencuri poin dari tuan rumah.
Namun, China yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampak memiliki motivasi yang lebih besar dalam pertandingan ini.
"Baik China maupun Indonesia sebetulnya sama-sama menunjukkan keinginan untuk menang. Akan tetapi, keinginan Tiongkok jauh lebih besar," jelas Shin.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, pelatih asal Korea Selatan ini meminta timnya untuk tidak terlalu lama meratapi kekalahan tersebut.
Shin menegaskan, Timnas Indonesia akan bangkit dan lebih siap dalam laga-laga selanjutnya, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2024 mendatang.
"Timnas Indonesia bakal mempersiapkan diri lebih baik untuk pertandingan berikutnya dengan kondisi yang jauh lebih baik," tambahnya.
Kekalahan dari China ini menjadi yang pertama bagi Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Meski begitu, posisi Garuda di Grup C masih aman di peringkat 5 dengan raihan 3 poin.
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TODAY TAGModus penyelundupan satwa liar kian nekat. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Banten bekerja sama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan belasan satwa hidup asal Thailand di Terminal 2 Bandara
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews