Sampah Bisa Ditukar Jadi Uang Tunai di Festival Cisadane 2026, Ini Caranya
Jumat, 24 Juli 2026 | 09:41
Selain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
TANGERANGNEWS.com- Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 1-2 dari China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Qingdao Youth Football pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Atas hasil tersebut, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tetap mengapresiasi para pemain yang sudah berjuang maksimal dan menunjukkan perlawanan cukup sengit sepanjang pertandingan.
Shin mengakui bahwa anak asuhnya sudah mencoba berbagai cara untuk bisa mencuri poin dari tuan rumah.
Namun, China yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampak memiliki motivasi yang lebih besar dalam pertandingan ini.
"Baik China maupun Indonesia sebetulnya sama-sama menunjukkan keinginan untuk menang. Akan tetapi, keinginan Tiongkok jauh lebih besar," jelas Shin.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, pelatih asal Korea Selatan ini meminta timnya untuk tidak terlalu lama meratapi kekalahan tersebut.
Shin menegaskan, Timnas Indonesia akan bangkit dan lebih siap dalam laga-laga selanjutnya, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2024 mendatang.
"Timnas Indonesia bakal mempersiapkan diri lebih baik untuk pertandingan berikutnya dengan kondisi yang jauh lebih baik," tambahnya.
Kekalahan dari China ini menjadi yang pertama bagi Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Meski begitu, posisi Garuda di Grup C masih aman di peringkat 5 dengan raihan 3 poin.
Selain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews