31 Jam Kebakaran Pabrik Plastik di Balaraja Belum Padam
Senin, 7 September 2026 | 20:57
Kebakaran yang melanda pabrik produksi plastik milik PT. Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, tak kunjung padam.
TANGERANGNEWS.com-Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu 31 Oktober 2021 malam.
Kecelakaan yang disebabkan truk rem blong ini melibatkan 6 unit mobil dan 2 sepeda motor.
Insiden ini terjadi terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, dipicu oleh truk yang dikemudikan Sawin, 29, hilang kendali akibat rem blong saat melintasi turunan flyover di depan pusat swalayan Ramayana Ciputat.
"Kaget saya juga, saya injek-injek (rem) kok nggak bisa," ungkap Sawin, seperti dilansir dari Sindonews, Senin 1 November 2021.
Truk yang terus melaju itu langsung menghantam mobil di depan hingga berlanjut ke kendaraan lainnya.
Sejumlah mobil ringsek, bahkan dua sepeda motor terjepit truk. Sepeda motor jenis Honda Vario berwarna merah terjepit di sisi kiri lajur, sedangkan motor Honda Beat berada di dalam kolong kemudi truk.
Pengendara motor tersebut pun luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Hingga kini, belum diketahui identitas dan jumlah pasti korban luka akibat kecelakaa itu.
Mobil lain yang terlibat tabrakan beruntun itu adalah jenis Daihatsu Ayla, Suzuki Grand Vitara, Toyota Innova, Toyota Avanza, seunit taksi.
Kebakaran yang melanda pabrik produksi plastik milik PT. Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, tak kunjung padam.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews