Connect With Us

Mobil Tabrak Remaja Pengendara Motor Matic hingga Tewas di Ciputat Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah, Yanto | Selasa, 2 Juli 2024 | 17:14

Remaja korban tewas tertabrak mobil di Ciputat, Kota Tangsel, Selasa 2 Juli 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Mobil jenis MPV menabrak remaja pengendara motor matic di depan Komplek Nusa Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Selasa 2 Juli 2024. Akibat kecelakaan tersebut, korban berinisial CDP, 15, tewas di tempat.

Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil Syahril membenarkan peristiwa kecelakan yang menewaskan remaja SMP itu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 WIB.

"Awalnya mobil yang dikendarai PIN, 25, melaju dari arah Jombang menuju Ciputat. Saat sampai di lokasi, diduga pengemudi mobil kurang konsentrasi hingga menabrak motor yang dikendarai CDP," terangnya.

Tabrakan itu membuat korban mengalami luka berat di bagian kepala hingga meninggal di tempat. Kemudian jenazah korban dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum.

"Untuk mobil mengalami kerusakan bagian bodi depan, sedangkan motor mengalami kerusakan pada bagian belakang. Kasus kecelakaan tersebut ditangani oleh Unit Gakkum Sat Lantas Polres Tangsel," kata Agil.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill