Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com - Sopir truk berinisial SA menjadi buronan setelah terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Jalan Aria Putra, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat siang, 25 Oktober 2024.
Peristiwa tragis ini terjadi ketika SA, yang mengemudikan truknya dari arah Serua Indah menuju Kedaung, diduga mencoba menyalip sepeda motor matic yang dikendarai oleh korban perempuan berinisial TPE.
Saat berusaha mendahului tersebut, sopir truk diduga kurang memperhitungkan ruang dan menyerempet motor TPE. Akibatnya, korban kehilangan kendali, terjatuh, dan langsung mengalami benturan keras yang merenggut nyawanya di tempat.
Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan, IPDA Marulloh, mengungkapkan berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, peristiwa ini bermula ketika SA mencoba mendahului dari kanan namun gagal, hingga menyebabkan TPE terjatuh dan bertabrakan dengan motor lain yang belum diketahui identitasnya.
"Setelah kejadian, truk tersebut langsung melarikan diri dari lokasi. Kami sedang melakukan pengejaran terhadap sopir truk berinisial SA yang melarikan diri usai menabrak korban," ujar Marulloh.
Pihak kepolisian kini tengah memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara itu, korban TPE, yang mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGSetelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, bahan bakar diesel milik Shell Indonesia akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah.
Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews