Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Polres Tangerang Selatan menyiagakan ratusan personel pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Wilayah Kabupaten Tangerang yang akan serentak digelar pada 27 Agustus 2017 mendatang.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho kepada TangerangNews.com, Minggu (30/7/2017) mengatakan, dari 13 Desa yang melaksanakan Pilkades di Kabupaten Tangerang, 2 Desa diantaranya masuk wilayah hukum Polres Tangsel.
" Ya, Desa Sampora di Kecamatan Cisauk dan Desa Cukang Galih di Kecamatan Curug, masuk pengamanan wilayah hukum polres Tangsel," ujar Alex.
Mengantisipasi gejolak yang mungkin timbul dalam Pilkades, selain pengamanan oleh personel Polres Tangsel, dirinya mengatakan tak menutup kemungkinan akan meminta bantuan dari Brimob Polda Metro Jaya untuk penambahan pengamanan.
"Kami di Satreskrim siap dengan upaya penegakan hukum jika terjadi pelanggaran peraturan perundangan selama Pilkades, kita juga kemungkinan akan meminta bantuan dari Brimob Polda, tapi ini juga masih tentatif," katanya
Senada dengan Alex, Kabag Ops Polres Tangsel Kompol Hadi Supriatna mengatakan, pihaknya menyiagakan pengamanan untuk di tiap-tiap TPS di Desa yang menyelenggarakan Pilkades.
"Untuk masa kampanye 75 personel dan masa pemungutan suara 175 personel yang disiagakan," ungkapnya.(RAZ)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGRichard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews