Connect With Us

Kronologi Sejoli yang diarak Massa di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 15 November 2017 | 09:00

Salah satu potongan rekaman R dan MA yang diarak warga. (@TangerangNews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sejoli R dan MA yang diarak warga di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang rencananya akan menikah dalam waktu dekat sebelum digerebek.  Apa penyebab warga menggerebek sejoli ini? Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/11/2017) malam itu. diawalinya MA minta dibawakan makanan oleh R. Perempuan berkulit putih itu tiba sekiar pukul 22.00 WIB di kontrakan MA.   R tiba di kontrakan MA untuk mengantarkan makanan. Dua sejoli itu pun masuk ke dalam kontrakan untuk menyantap makan malam bersama.

"Ketua RT berinisial T menggedor pintu (kontrakan MA), pintunya tidak tertutup rapat," ujar Sabilul, Selasa (14/11/2017). Menurut Sabilul, saat itu T datang bersama dua orang lainnya berinisial G dan NA. Usai menggedor pintu dan masuk ke dalam kontrakan, ketiga orang itu memaksa R dan MA mengakui mereka telah berbuat mesum.

"Keduanya dipaksa untuk mengaku berbuat mesum dan sempat tiga orang inisial G, T, dan A memaksa laki-laki untuk mengaku dan sempat mencekik," ucap dia. Namun, R yang merupakan anak yatim piatu dan MA tak mengakui tuduhan itu. Akibatnya, pasangan kekasih itu diarak oleh massa ke depan sebuah ruko yang berjarak sekitar 200 meter dari kontrakannya.

Menurut Sabilul, awalnya kedua pasangan itu hendak dibawa ke rumah ketua RW. Namun, setiba di depan ruko, massa malah menganiaya dan melucuti pakaian keduanya. "Di situlah mereka dipaksa, ditempeleng, dipukuli untuk mengaku. Bahkan, yang paling menyedihkan dari salah satu ini membuka baju perempuan untuk memaksa. Yang laki-laki melindungi dan juga sudah tidak menggunakan baju sama sekali," kata Sabilul.

Usai menganiaya dan menelanjangi R dan MA, massa baru membawanya ke rumah ketua RW. "Setelah diinterogasi, (R dan MA) langsung dikembalikan ke kontrakan," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah G, T, A, I, S, dan N. Mereka terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan juncto Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(DBI/DBI)

 

KOTA TANGERANG
Aksi Pencuri Kotak Amal Berjaket Ojol Terekam CCTV di Musala Neglasari Tangerang

Aksi Pencuri Kotak Amal Berjaket Ojol Terekam CCTV di Musala Neglasari Tangerang

Kamis, 13 Juni 2024 | 13:36

Pelaku pencurian kotak amal beraksi di Musala AT Taqwa, Jalan Siswa Raya, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

OPINI
Ijin Freeport Diperpanjang, Rakyat Dapat Apa?

Ijin Freeport Diperpanjang, Rakyat Dapat Apa?

Rabu, 12 Juni 2024 | 15:21

Adapun perpanjangan waktu ekspor konsentrat tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mempertimbangkan kelangsungan produksi dan pencapaian hilirisasi industri.

NASIONAL
Makin Ketat, ETLE Bakal Dilengkapi Sensor Wajah

Makin Ketat, ETLE Bakal Dilengkapi Sensor Wajah

Kamis, 13 Juni 2024 | 11:26

Korlantas Polri mengumumkan sistem terbaru untuk tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yang akan dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah.

PROPERTI
Berhasil Kelola 2.304 Ton Sampah di BSD Tangerang, Sinar Mas Land Raih Award4Change

Berhasil Kelola 2.304 Ton Sampah di BSD Tangerang, Sinar Mas Land Raih Award4Change

Kamis, 6 Juni 2024 | 02:53

Sinar Mas Land, melalui proyek townshipnya BSD City, menerima penghargaan bergengsi Award4Change “Circular Township Award” karena dinilai berhasil mengelola 2.304,4 ton sampah dari masyarakat di kawasan tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill