Connect With Us

Warga Tangerang Main Air Banjir Bak di Kolam Renang, Ini Dampaknya

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 4 Maret 2023 | 13:33

Tangkapan layar video anak-anak bermain air banjir di Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Beredar video yang memperlihatkan sejumlah warga yang bermain air banjir seolah sedang berada di kolam renang.

Melansir dari @info_ciledug, tampak lima orang anak-anak yang riang gembira tengah berenang-renang dengan air genangan banjir.

Banjir tersebut terjadi di Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, akibat dari hujan yang mengguyur pada Jumat 3 Maret 2023.

Berenang atau bermain air banjir memang telah menjadi kebiasaan warga Tangerang yang kerap dilanda kebanjiran setiap tahunnya.

Meski dimanfaatkan menjadi hiburan murah, namun air banjir dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari halodoc.com, Sabtu 4 Maret 2023.

1. Gangguan Pencernaan

Air banjir terkadang membawa kotoran dan kuman, hal itu terlihat dari warnanya yang tampak keruh kecoklatan.

Dampak yang dapat ditimbulkan jika bermain dengan air banjir yang kotor tersebut ialah gangguan pada pencernaan, seperti sakit perut dan diare.

2. Penyakit Kulit

Selain gangguan pencernaan, dampak lainnya ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit yang terbawa oleh air banjir.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk bermain air banjir terlalu lama lantaran dapat menyebabkan terinfeksi penyakit kulit, seperti gatal-gatal, ruam kulit, kutu air, dan lainnya.

3. Leptospirosis

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans ini menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Leptospirosis kerap menginfeksi saat banjir tiba.

Hal tersebut karena semua urine dan bangkai hewan bisa saja terdapat di gorong-gorong, kali, atau tempat pembuangan sampah, tercampur bersama air yang membanjiri rumah-rumah.

Adapun beberapa gejalanya ialah demam tinggi hingga menggigil, nyeri kepala, nyeri otot khususnya di daerah betis, sakit tenggorokan disertai batuk kering, mata merah dan kulit menguning, dan mual hingga muntah-muntah disertai diare.

 

Namun, jika anak sudah terlanjur bermain dan berenang dengan air banjir, terdapat sejumlah langkah untuk mengantisipasi infeksi penyakit di antaranya selalu bersihkan tubuh anak, jangan lupa cuci tangan, pastikan kebersihan peralatan makan, dan rutin minum air bersih serta matang.

Demikian informasi mengenai dampak yang dapat ditimbulkan jika bermain air banjir bagi kesehatan.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

KOTA TANGERANG
Tiba-tiba Ceburkan Diri ke Sungai Cisadane, BPBD Evakuasi Pria di Pintu Air 10 Tangerang

Tiba-tiba Ceburkan Diri ke Sungai Cisadane, BPBD Evakuasi Pria di Pintu Air 10 Tangerang

Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:09

Warga di sekitar kawasan Pintu Air 10, Kota Tangerang, dikejutkan oleh aksi seorang pria yang nekat menceburkan diri ke aliran Sungai Cisadane, Selasa 4 Agustus 2026, sore.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill