Connect With Us

Tangsel Soroti Dugaan Bullying di SMA Nusantara Plus

Dena Perdana | Minggu, 20 Agustus 2017 | 18:00

Ilustrasi Bullying. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-SMA Nusantara Plus di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan digegerkan dengan beredarnya video yang menampilkan kekerasan atau dugaan bullying. 

Pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan melalui Plt Kepala Dinas, yakni Taryono mengatakan, pihaknya tengah  menghimpun informasi seputar dugaan bullying sesama murid perempuan di SMA Nusantara Plus. BACA JUGA : Kasus Kekerasan Anak di Ciledug, Tetangga Rebutan Ingin Pukuli Ibu Tiri Dafa

Dalam rekaman video tersebut diketahui, sekelompok murid menghukum adik kelas perempuan karena mengenakan rok pendek. 

"Kami selalu melarang ospek yang berbau kekerasan. Kalau pun ada hanya pengenalan lingkungan sekolah, tidak boleh ada unsur kekerasan," kata Taryono, Minggu (20/8/2017). 

Tampak dalam video yang tersebar melalui media sosial itu di mana adik kelas sekelompok murid dianggap salah karena mengenakan rok pendek. Kemudian mereka diminta meminum sebuah minuman  yang diduga berasal dari campuran bahan-bahan tertentu dan dipaksa untuk menghabiskannya. BACA JUGA : Kekerasan Anak di Kota Tangerang Masuk Status Darurat

Dia mengaku masih mencari kebenaran informasi tersebut. Jika benar, dia menyesalkan peristiwa itu. 

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten segera menangani masalah ini," tutupnya.(DBI)

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

NASIONAL
PHK Tembus 43 Ribu Pekerja hingga Juni 2026, Industri Manufaktur Paling Terdampak

PHK Tembus 43 Ribu Pekerja hingga Juni 2026, Industri Manufaktur Paling Terdampak

Senin, 29 Juni 2026 | 18:49

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah. Hingga Juni 2026, total pekerja yang terdampak PHK telah mencapai sekitar 43.000 orang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill