Kemasan Milo dan Kopi Isi 3,4 Kg Bahan Baku Ineks Cair Diselundupkan 2 WN Cina di Bandara Soetta
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:46
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TANGERANGNEWS.com-Polisi menemukan titik terang dalam pengejarannya memburu dua buronan, pelaku begal sadis yang beraksi di wilayah Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Hal demikian dipaparkan Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Rony Setiawan saat dikonfirmasi, Jumat, 24 September 2021.
Ia mengatakan, saat ini pemburuan pelaku masih berlangsung. Polisi sudah mengendus keberadaan kedua buronan tersebut. "Ini lagi dikejar," kata Rony.
Ia memastikan, kedua orang tersebut berjenis kelamin laki-laki. Saat ini, kedua pelaku tersebut saling berpencar untuk kabur dari kejaran polisi.
Baca Juga :
"Ya, mereka berpencar. Waktu kemarin di Jakarta dia tinggalnya di kolong jembatan itu anak. Jadi anak jalanan lah," katanya.
Ia menyangkal adanya keterlibatan pelaku berjenis kelamin perempuan. "Enggak ada, laki semua kok," ucapnya.
Sebelumnya, terdapat empat pelaku yang berhasil diringkus polisi terlebih dahulu. Mirisnya, keempat pelaku tersebut masih berusia di bawah umur dan statusnya masih sebagai pelajar.
Masing-masing pelaku berinisial RDS, 17, AFA, 14, FGA, 27, CFR, 17. Atas ulahnya itu, mereka disangkakan Pasal 365 KUHP dan 170 KUHP, karena telah mencuri dan melukai setiap korbannya dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Telkomsel Jabotabek menggelar Telkomsel 5G Video Competition, sebuah ajang kreatif bagi masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengekspresikan perspektif mereka melalui karya video inspiratif.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews