Connect With Us

Pasokan Air Bersih di Kantin Pemkab Tangerang Disetop Gegara Pedagang Belum Bayar Retribusi

Dimas Wisnu Saputra | Rabu, 4 Januari 2023 | 19:44

Pedagang di kantin Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang disalurkan air bersih, Rabu 4 Januari 2023. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Terkait matinya pasokan air bersih di Kantin Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang hingga dikeluhkan pedagang dan pengunjung terjadi lantaran retribusi yang belum dibayar.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Aset Setda Kabupaten Tangerang Dadan Sunandar menyebut sejumlah pedagang yang menempati dua kantin milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang itu, dalam kurun waktu setahun terakhir belum membayar retribusi secara rutin.

Akibatnya, pasokan air bersih di kantin yang tidak jauh dari kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang tersebut terpaksa dihentikan sementara.

"Penghuni kantin belum memenuhi kewajiban, berdasarkan data yang ada di kami itu (besar retribusi) bervariasi karena orang per orang dan tergantung ukuran yang disewa. Ada yang sudah membayar sewa baru 2 bulan dan ada juga yang baru bayar 5 bulan dari kurun waktu satu tahun," kata Dadan, Rabu 4 Januari 2023.

Terkait persoalan kelangkaan air bersih selama kurun waktu tiga minggu yang dikeluhkan, pihaknya akan mengumpulkan para pedagang untuk membahasnya.

"Terkait dengan kelangkaan air memang saya sudah koordinasi dengan Bagian Umum Setda. Rencana nanti kita akan kumpulkan siapa saja yang mempunyai kewenangan di kantin yang sudah kita sediakan itu. Retribusi kantin itu memang ada termasuk pemeliharaannya," ujar Dadan.

Disisi lainnya Dadan menjelaskan, pelaku usaha memberikan retribusi yang bervariasi dengan dibarengi Surat Penetapan Retribusi Daerah (SPRD). Pembayaran langsung dilakukan secara online melalui rekening BJB. 

Jika sudah dibayarkan, maka uang retribusi tersebut akan masuk ke kas daerah dan menjadi pendapatan asli daerah.

"Terkait dengan pembayaran, kita tidak menerima uang itu secara tunai. Itu langsung disetorkan oleh yang bersangkutan ke rekening bank BJB, masuknya ke KSDA dananya itu jadi PAD," jelasnya.

Menurut data yang miliki, sejauh ini kantin yang sudah terdaftar di wilayah Puspemkab Tangerang dan resmi memiliki izin berdagang hanya Kantin Dinas Pekerjaan Umum dan Kantin Setda.

"Sampai saat ini hanya dua saja dan yang sudah pernah kita terbitkan suratnya," pungkas Dadan.

NASIONAL
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online 

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online 

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:05

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.

BANDARA
Tilep Ratusan Tas Lululemon Senilai Rp1 Miliar, Sindikat Pencuri di Kargo Bandara Soetta Diringkus

Tilep Ratusan Tas Lululemon Senilai Rp1 Miliar, Sindikat Pencuri di Kargo Bandara Soetta Diringkus

Kamis, 14 Mei 2026 | 19:33

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membongkar sindikat pencurian spesialis barang ekspor di area kargo Bandara Soetta.

HIBURAN
Sambut Kelulusan Sekolah, Tangcity Mall Gelar Hobbyland Olympics 2026 untuk Pelajar dan Komunitas

Sambut Kelulusan Sekolah, Tangcity Mall Gelar Hobbyland Olympics 2026 untuk Pelajar dan Komunitas

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:31

Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Cek Dulu Stiker Resminya

Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Asal Beli Hewan Kurban, Cek Dulu Stiker Resminya

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:53

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membeli hewan kurban dan memastikan lapak penjualan memiliki stiker resmi dari Pemkot Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill