Aplikasi E-PKK Tangsel Dilirik Penyangga IKN untuk Akselerasi Digital
Minggu, 14 Juni 2026 | 18:49
Aplikasi E-PKK dan E-Dasawisma Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menjadi percontohan nasional.
TANGERANGNEWS.com-Kantor Agen Perjalanan Haji dan Umroh Garuda Angkasa Pura Mandiri di Jalan Suryadarma, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, disegel para calon jamaah karena mereka gagal berangkat, Jumat (29/4/16) siang. Tak hanya itu, mereka juga melempari kantor travel dengan dengan telur ayam sebegai bentuk kekesalan.
Awalnya puluhan calon jamaah asal Jabodetabek, Lampung dan Jawa ini, mendatangi kantor agen untuk meminta kejelasan tentang keberangatan. Mereka juga meminta agar pihak travel mengembalikan uang. Namun mereka harus kembali kecewa karena agen travel milik Mahfud Abdullah ini tutup.
"Kedatangan kita kesini untuk meminta pengembalian uang sesuai yang dijanjikan oleh pihak agen. Ya kita minta pengembalian uang total Rp200 juta kepada pihak trevel yang sudah menipu kita. Karena kita udah puluhan kali dijanjiin tapi enggak ada buktinya,” kata Kusdianti Koordinator Calon Jamaah Umroh asal Ngawi, Jawa Timur.
Salim Wijaya calon jamaah umroh asal Kelender, Jakarta Timur mengatakan, jika memang tidak ada kejelasan dari pihak agen travel untuk pemberangkatan umroh,para calon jamaah umroh meminta pengembalian uang.
“Sekarang kita datang ke sini kantornya malah tutup. Kita kesini untuk meminta hak kami saja. Memang Mahfud ini sering membawa-membawa agama untuk menipu para calon jamaah umroh," kesalnya.
Atas kekecewaan itu, para calon jamaah umroh berjanji akan mendatangi kembali kantor Garuda Angkasa Mandiri untuk membuka paksa dan mengambil aset -aset kantor sebagai ganti rugi.
“Jika tidak ada itikad baik dari pihak travel, kita akan ambil barang-barangnya. Passport kami ini juga masih dipegang sama pihak travel, jadi sekarang kita segel saja kantornya," ujarnya. (RAZ)
Aplikasi E-PKK dan E-Dasawisma Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menjadi percontohan nasional.
TODAY TAGSejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews