Connect With Us

Meski Kelaparan, Udin Setia Temani Keluarganya yang Jadi Korban Ledakan Gudang Petasan

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 27 Oktober 2017 | 18:00

Tampak lesu dan memprihatinkan keluarga korban kebakaran menunggu anggota keluarganya yang sedang dirawat di RSU Tangerang, Jumat (27/10/2017). (@TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Puluhan keluarga korban masih menunggu anggota keluarganya yang sedang dirawat di RSU Tangerang, Jumat (27/10/2017), mereka terlihat kusut, muram dan lesu.

Pantauan TangerangNews.com  pada pukul 16.30 WIB terlihat bahwa puluhan keluarga korban sedang duduk bahkan ada yang tertidur di tangga menuju ruangan ICU RSU Tangerang.

Seperti salah satu keluarga korban bernama Udin. Ketika diwawancarai, Udin mengaku kelaparan lantaran tidak memiliki uang lebih untuk beli makanan. "Saya kesini bawa motor boncengan, kepikiran enggak bisa tidur semalaman," ujar Udin.

Udin juga mengatakan kalau dirinya sedang menunggu kedua anggota keluarganya bernama Nurhayati dan Fatmawati yang dirawat di ruang ICU karena mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuhnya.

"Seluruh kulit badan enggak ada sisanya, dia juga enggak tau lagi kerja tiba-tiba meledak kebakaran," kata Udin.

Ketika terjadi ledakan, Udin yang tinggal di sekitar satu kilometer dari pabrik petasan tersebut hanya melihat buntalan asap hitamnya saja. Udin juga mendapat kabar kalau Nurhayati dan Fatmawati tiba-tiba dibawa mobil ambulance pada pukul 09.30 WIB.

"Dapat kabar kalau korban sudah dibawa mobil ambulance jam setengah sepuluh," ucap Udin.

Nurhayati dan Fatmawati baru saja bekerja di pabrik kembang api selama dua pekan. Keduanya juga sempat izin kepada Udin kalau dirinya ingin bekerja di pabrik tersebut. "Dia sempet izin, mau kerja di pabrik itu, saya juga ngebolehin kalau dia kerja," kata Udin lagi.(RAZ/HRU)

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

BANTEN
Bisa Ditangani Sejak Dini, Dokter Sayangkan Banyak Pasien Wasir Ogah Periksa Karena Malu

Bisa Ditangani Sejak Dini, Dokter Sayangkan Banyak Pasien Wasir Ogah Periksa Karena Malu

Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:34

Wasir atau hemoroid masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat, namun banyak penderitanya memilih menunda pemeriksaan karena rasa malu dan anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah yang tabu untuk dibicarakan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill