Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANG SELATAN-Maraknya pembangunan Apartemen di Kota Tangerang dan Tangsel saat ini tak membuat DPD Real Estate Indonesia (REI) berupaya keras membangun juga seperti halnya yang dilakukan disetiap perusahaan tempat mereka bekerja. Hal itu diakui Ketua DPD REI Banten Soelaeman Soemawinata beberapa waktu lalu kepada tangerangnews.com.
"Banyak ya hambatannya, misalnya lahannya mahal, bayangkan saja harganya berkisar Rp9 juta per meter. Kita enggak mungkin bangun rumah kalau di sini (Tangerang). Memang di Tangerang paling cocok rusunami, tetapi tetap sulit," ujar Soelaeman.
Disinggung maraknya pembangunan apartemen di Kota Tangerang dan Tangsel, Soelaeman menjelaskan, untuk yang non subsidi pihaknya melepas ke pasar bisnis. "Karena memang kan keuntungan untuk yang non subsidi diatas 30 persen, kalau untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau bersubsidi kan keuntungan sudah diatur, hanya sekitar 10-20 persen saja," tutur Soelaeman.
Jadi apakah REI Banten ada rencana membangun Rusunami untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Tangerang dan Kota Tangsel? "Belum tahu, kita cari dulu datanya. Saat ini memang sulit, karena memang lebih banyak laku yang non subsidi, seperti Kota Ayodhya saja, saat ini paling murah Rp300-jutaan," ujar Soelaeman.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya berkesempatan menikmati pertunjukan budaya Nusantara sambil menyantap hidangan makan sepuasnya yang digelar Novotel Tangerang sepanjang Juni 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews