Connect With Us

Tiga Saksi Ahli Untungkan Posisi Mantan Ketua KPK

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 18 Maret 2015 | 16:40

Mobil Nasrudin Zulkarnaen yang menjadi bukti adanya penembakan terhadap pemiliknya, tampak berada di Pengadilan Negeri Tangerang. (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANG-Mantan Ketua KPK Antasari Azhar menghadirkan tiga saksi ahli dalan persidangan perdata lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (18/3). Ketiganya adalah Edi Lisdiono sebagai ahli hukum perdata, Firman Wijaya selaku ahli hukum pidana dan Dr Y Sriyono sebagai ahli medis.

 

Dalam sidang tersebut dibahas soal baju Nazarudin yang hilang setelah mendapat pertolongan medis di RS Mayapada, pasca ditembak. Menurut dr Sriyono, dokter memang bertugas menyelamatkan nyawa pasien terlebih dahulu. Namun harta bendanya seperti baju, tetap harus dikembalikan kepada keluarganya. Apalagi, jika pasien yang ditangani diduga adalah korban kejahatan.

 

"Berdasarkan kode etik kedokteran, harta benda yang melekat pada tubuh pasien adalah hak keluarganya. Jadi harus dikembalikan. Kalau pun polisi memintanya untuk kepentingan penyelidikan, harus atas persetujuan keluarga. Jadi tidak boleh hilang," jelasnya.

 

Dijelaskannya, menjaga harta benda yang melekat pada pasien adalah bagian dari kode etik untuk memberi kenyamanan dan keamanan pasien. "Jika barang pasien hilang dalam penanganan medis, artinya ada pelanggaran kode etik yang dilakukan pihak rumah sakit," tukasnya.

 

Sementara Antasari Azhar mengungkapkan bila keterangan tiga saksi ahli yang dihadirkan mendukung gugatan-nya ke RS Mayada dan kepolisian dalam mengungkap barang bukti baju almarhum Nasrudin.

 

"Dari hasil keterangan ketiga saksi ahli yang dihadirkan, semuanya mendukung gugatan ini dan hilangnya barang bukti baju korban adalah kesalahan dan merugikan saya," kata Antasari usai persidangan.
  
Menurutnya, baju Nazarudin bisa mengungkap bagaimana dia bisa tewas. Pasalnya dia menduga ada rekayasa dalam pembunuhan Nazarudin hingga akhirnya dikaitkan dengan dirinya.

 

 "Dari baju itu bisa ketahuan, ditembak dibagian apa, ada mesiunya atau tidak, dimana darahnya. Sayangnya baju itu hilang entah kemana," tukasnya.

 

 

 

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

TANGSEL
Pengemudi Ojol Kecelakaan Gegara Hantam Jalan Berlubang di Flyover Rawa Buntu

Pengemudi Ojol Kecelakaan Gegara Hantam Jalan Berlubang di Flyover Rawa Buntu

Senin, 15 Juni 2026 | 16:18

Jalan rusak di kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali memakan korban. Kali ini seorang pengemudi ojek online (ojol) luka-luka akibat menghantam jalan berlubang di Jalan Raya Rawa Buntu, tepatnya di kawasan Flyover Stasiun Rawa buntu

PROPERTI
The Floritz Gallery Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Asthara Skyfront City

The Floritz Gallery Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Asthara Skyfront City

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47

Asthara Skyfront City membuka peluang bisnis baru bagi investor dan pelaku usaha melalui peluncuran The Floritz Gallery.

KOTA TANGERANG
4 Kali Masuk Penjara, Residivis Curanmor Kembali Ditangkap Usai Gasak Motor di Tangerang

4 Kali Masuk Penjara, Residivis Curanmor Kembali Ditangkap Usai Gasak Motor di Tangerang

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:50

Empat kali masuk bui ternyata tidak membuat WS, 42, kapok. Warga Johar Baru, Jakarta Pusat ini malah kembali mencuri dua sepeda motor di Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill