Akhir Perjalanan Tempat Hiburan Legendaris, FM3 Karaoke Tangerang Resmi Tutup Permanen
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:36
Tempat hiburan malam legendaris di Kota Tangerang kembali harus menghentikan operasionalnya.
TANGERANGNEWS.com-Belasan anak SMP menjadi korban penganiyaan para Siswa SMA di lahan kosong samping Kantor Wali Kota Tangsel, Serua, Ciputat, Senin (18/9/2017). Kejadian tersebut dilakukan saat jam istirahat para pegawai pemerintah setempat . Saat itu dan terpantau langsung dari lantai empat gedung Puspemkot Tangsel.
Beruntung aksi tersebut dapat dengan sigap dilerai beberapa staf Pemerintahan dan petugas keamanan kantor Wali Kota. Para staf di Pemda Tangsel pun merekamnya. Kejadian tersebut bermula saat 11 orang siswa SMPN 18 Kota Tangsel diminta untuk bertelanjang dada di lahan kosong oleh dua orang siswa SMA.
Mereka tampak ditenda dan dipukuli oleh dua orang siswa senior. Salah satu siswa SMP yang menjadi korban penganiyaan RK mengatakan, peristiwa tersebut bermula dari kejadian hilangnya ponsel salah satu temannya RZ Jumat (15/9/2017) lalu. BACA JUGA : Pengakuan Siswi Korban Bullying di SMA Tangsel
Berkedok uji kejujuran seluruh siswa yang sedang melakukan kerja kelompok itu, dimintalah untuk berkumpul di lahan kosong tersebut. ”Iya kita disuruh kumpul di sana, sama mereka disuruh buka baju. Panas-panasan gitu. Terus ditendangin sama ditinju, di bagian pinggang dan perut,” kata RK ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.
Kemudian, para pelajar tersebut langsung menghentikan aksinya ketika mereka menyadari bahwa sejumlah staf pemerintahan sedang melihat dari balkon gedung Pemkot Tangsel. ”Berenti pas tahu banyak yang lihat, kemudian nongkrong di sini lagi (TKP). Eh enggak lama bapak satpamnya ke sini,” ujar RK.
Ketika berhasil diamankan satpam, kedua pelajar pelaku tindakan anarkis tersebut sempat tidak mengakui tindakannya tersebut. Sampai akhirnya ditunjukkan video rekaman aksi mereka pun akhirnya mengakui.
Salah satu pelaku MRS mengatakan, dirinya hanya melihat peristiwa tersebut dan tidak ikut melakukan tindakan kekerasan. ”Bukan saya, itu ada siswa lain dari sekolah lain. Saya cuma lihat saja,” ujar nya sambil gemetar.
Tak lama setelah diamankan oleh pihak keamanan Pemkot dan Perumahan Cendana, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pamulang Bripka Willy dan Aiptu Asep Iwan mengamankan kedua pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. BACA JUGA : Tangsel Soroti Dugaan Bullying di SMA Nusantara Plus
”Kita tanya dulu di Mapolsek Pamulang, kemudian kita nanti olah TKP. Nanti kita lihat kejadian dan kronologisnya seperti apa. Cuma nanti sebagai pembinaan, kita panggil juga teman yang sempat kabur tadi, pihak sekolah dan orang tuanya,” ujar Aiptu Iwan.
Akibat kejadian tersebut belasan siswa SMP itu mendapati luka lebam seperi bengkak pada kepala, pinggang dan punggung. Beberapa bahkan di perut dan rahang.(DBI)
Tempat hiburan malam legendaris di Kota Tangerang kembali harus menghentikan operasionalnya.
TODAY TAGJajaran Kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya membongkar maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih didominasi oleh modus klasik menggunakan kunci T.
Pelarian pria berinisial GJ, 25, pelaku begal sepeda motor yang sempat lolos dari amuk massa di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, akhirnya terhenti.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews