Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Upaya percobaan perampokan nyaris terjadi kepada salah seorang pengusaha hiburan malam Matador berinisial H di Kawasan BSD , Serpong , Tangsel pada Selasa (5/9/2017) lalu.
Kapolsek Serpong Kompol, Deddy Kurniawan kepada TangerangNews.com Sabtu (9/9/2017) mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus memburu pelaku dan sudah mengantongi identitas para pelakunya tersebut.
"Insyaallah dalam waktu dekat ini kita ungkap, sudah teridentifikasi tinggal tunggu waktunya aja,"ungkapnya. BACA JUGA : Belok ke Pinang, Driver Ojek Online Rampok Penumpang
Selain itu, Kapolsek Serpong yang baru menjabat ini mengungkapkan, bahwa para pelaku upaya perampokan tersebut berasal dari salah satu kelompok yang sudah diketahuinya
"Dari kelompok tertentu. Sementara saya belum bisa ngomong karena belum ketangkap orangnya. Nanti saja," ungkap Deddy.
Sebelumnya, pada Selasa (5/9/2017) pemilik Matador berinisial H tersebut baru saja pulang dari Kantor Wisma BCA, BSD.
Dirinya yang sedari awal udah merasa curiga lalu akhirnya meminta bantuan Polisi untuk mengawalnya. Polisi bersenjata lengkap sempat kejar-kejaran dengan 4 orang pelaku yang menggunakan mobil Avanza hitam. Mobil para pelaku terus melaju ditengah padatnya arus lalulintas di Jalan Raya Serpong.
Mulanya, pihak kepolisian sempat tertinggal. Namun bisa menemukan mobil yang ditumpangi kawanan pelaku yang ditinggal di Jalan Flores II Nusa Loka 14.4 BSD, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong. BACA JUGA : Perampok Sekolah Muhammadiyah Tangsel Gondol Uang SHU Lebaran
Namun para pelaku akhirnya berhasil kabur menaiki pembatas antara perumahan dengan Kali Angke.
"Waktu itu udah kita hantem pake senapan,tapi pelurunya gak keluar semua,"heran Deddy.(DBI)
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan ritel Alfamart dan Alfamidi, menyebut keberadaan ribuan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah tidak memberikan dampak material terhadap kinerja perusahaan.
Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan mendorong kebutuhan akan perangkat rumah tangga yang mampu mendukung gaya hidup sehat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews