3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Personel polisi di jajaran Polresta Tangerang dibekali kemampuan bela diri tangan kosong untuk meningkatkan keterampilan dalam menghadapi tindak kejahatan, Jumat (29/9/2017).
Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif untuk pertama kalinya mempraktekkan teknik bela diri tangan kosong tersebut kepada anggotanya di Lapangan PWS Tigaraksa. BACA JUGA : Kapolres Janji FPI Tangerang Tak Ikuti Aksi 299
Berkostum putih-putih, Kapolres yang rutin berolahraga tersebut menunjukkan beberapa teknik dan trik bela diri untuk melumpuhkan lawan saat terjadi duel dengan tangan kosong.
Dikatakannya, kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin untuk melatih personel Polres maupun Polsek wilayah hukum Polresta Tangerang.
"Kedepan tantangan tugas yang semakin berat, maka kemampuan bela diri sangat diperlukan dalam menghadapi lawan dengan kondisi terdesak. Seperti ketika terjadi kejahatan yang mengancam keselamatan diri," jelasnya.

Tampak Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif bersama Anggotanya latihan teknik bela diri, Jumat (29/9/2017).
Selain itu, olahraga tersebut juga diharapkan dapat menjaga stamina fisik personelnya dan meningkatkan profesionalisme dalam bertindak di lapangan. Sehingga masyarakat semakin merasa aman dan nyaman dengan kehadiran polisi. BACA JUGA : Kapolresta Tangerang Perintahkan Tembak Ditempat Teroris
"Maanfat dan kegunaan bela diri sangatlah banyak. Salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan dan metabolisme bagi tubuh karena bela diri sama dengan olaharaga pada umumnya," tukasnya.(RAZ)
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGTren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang wanita berinisial HCTW, 20, ditangkap polisi setelah diduga mencoba menjual emas palsu di sebuah toko emas di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews